Rabu, 18 Mei 2016

Berbagai Faktor Fisik Yang Mempengaruhi Pembudidayaan Jamur

Sebelum kita terjun untuk menjadi pembudidaya jamur, ada baiknya kita mengenal bagaimana cara hidup, jenis nutrisi alami jamur di habitat alaminya dan juga tidak lupa beberapa faktor fisik yang akan sangat mempengaruhi usaha budidaya jamur kita. Di kesempatan yang lalu telah dijelaskan berbagai nutrisi alami jamur di habitat alaminya, dan sekarang mari mengenal lebih jauh berbagai faktor fisik apa saja yang akan mempengaruhi budidaya jamur.

Faktor fisik sangat berhubungan dengan keperluan nutrisi bagi pertumbuhan jamur. Berbagai faktor fisik yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan jamur diantaranya yaitu:



1. Suhu
Pengaruh suhu sangat berperan penting dalam pertumbuhan jamur. Jika kurang dari batas bawah suhu minimum ataupun melebihi batas atas suhu maksimum maka pertumbuhan jamur akan terganggu dan dipastikan tidak akan hidup.
Suhu optimum yang dibutuhkan dalam tahapan pembentukan tubuh buah pada jamur umumunya lebih rendah dibandingkan dengan suhu untuk pertumbuhan miselium jamur.
Pada jamur tiram (Pleurotus ostreatus) suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan miselium berkisar antara 26-28 0C, sedangkan untuk pertumbuhan tubuh buahnya berkisar antara 25-30 0C. Berikut kisaran suhu optimum pada beberapa jenis jamur:


Jenis Jamur
Suhu Miselium (0C)
Suhu Tubuh Buah (0C)
Auricularia auricula
(jamur kuping)
28
22-25
Volvariella volvacea
(jamur merang)
32-35
28-32
Lentinula edodes
(jamur shiitake)
24
6-25

Agaricus bisporus
(jamur kancing)
22-25
15-17

Info Update Harga Paranet Bisa Dicek Disini

2. Aerasi Atau proses penambahan udara/oksigen

Oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) merupakan komponen udara yang penting bagi pertumbuhan jamur. Oksigen dibutuhkan untuk proses pembentukan energi dalam tubuh buah jamur, dari hasil pembentukan energi yang terjadi juga dihasilkan karbondioksida dan air.
Kumpulan (akumulasi) karbondioksida yang terlalu banyak pada budidaya jamur dapat menyebabkan perubahan bentuk pada tubuh buah jamur. Akumulasi karbondioksida dapat terjadi sebagai hasil respirasi/pernapasan jamur itu sendiri maupun dari respirasi organisme lainnya. Sebagai contoh yaitu tidak normalnya pembentukan payung dan panjangnya pertumbuhan tangkai pada jamur Agaricus bisporus (jamur kancing). Oleh karena itu, celah lubang udara (ventilasi) menjadi sangat penting peranannya dalam fase pembentukan tubuh buah pada budidaya jamur.
Kumbung jamur dengan area ventilasi udara
3. Cahaya
Pada saat awal pembentukan tubuh buah, kebanyakan jamur memerlukan cahaya untuk perkembangannya yang normal, namun hal tersebut tidak berlaku pada jamur kancing. Cahaya putih merupakan cahaya yang dibutuhkan dalam jumlah relatif besar dalam pertumbuhan jamur. Dalam praktik budidaya jamur, penggunaan lampu fluoresen dengan keadaan cahaya remang-remang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan jamur dalam pembentukan dan perkembangan tubuh buah jamur.
Keliling kumbung memakai paranet

4. Kelembaban
Pada umumnya jamur memerlukan tingkat kelembaban yang relatif tinggi. Kelembaban relatif sebesar 95-100% menunjang pertumbuhan yang maksimum pada kebanyakan jamur Jatayutm, praktisi pembudidaya jamur membuka pelatihan tentang pembuatan bibit jamur dan pembudidayaan jamur yang baik. Juga membuat segala macam bibit jamur konsumsi; tiram, merang, kuping, shiitake, kancing, ganoderma dan lainnya.


LIM CORPORATION Menyediakan paranet/shading net untuk atap peneduh tanaman, harga lebih murah,kwalitas awet. Paranet biasa digunakan untuk atap pada green house, misalnya pada budidaya tanaman sayur, tanaman hias, dan bunga. Bisa juga dipakai untuk peneduh kolam ikan, dll. Ready stock paranet daya serap 60%,65%, dan 75% ukuran 3x100 meter bahan plastik. Untuk info pemesanan paranet silahkan sms/call  0812.3258.4950 - 0852.3392.5564. Info selengkapnya silahkan klik www.paranet99.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar