Bagi para hobiis tanaman hias maupun petani komersial, istilah paranet tentu sudah tidak asing lagi. Jaring hitam yang sering terlihat menaungi rumah kaca atau pembibitan ini bukan sekadar hiasan. Paranet adalah komponen vital dalam manipulasi lingkungan mikro yang memungkinkan tanaman sensitif tetap tumbuh subur meski di bawah terik matahari yang menyengat.
Baca Juga:
- Ceri Bisa Membuat Mengantuk? Fakta Ilmiah di Balik Buah
- Kembang Turi, Tanaman Serbaguna dengan Manfaat Kesehatan?
- Weedmat Terbaik untuk Pertanian Modern Hemat Biaya, Panen Lebih Optimal
Secara teknis, paranet adalah jaring yang terbuat dari bahan polietilen (plastik) yang dianyam dengan kerapatan tertentu. Fungsi utamanya adalah menyaring intensitas cahaya matahari dan memecah butiran air hujan agar tidak langsung merusak tanaman.
1. Fungsi Utama Paranet dalam Pertanian
Penggunaan paranet memiliki beberapa manfaat strategis bagi kesehatan tanaman:
Mengontrol Intensitas Cahaya: Setiap tanaman memiliki kebutuhan cahaya yang berbeda. Tanaman seperti anggrek, porang, atau sayuran daun tertentu akan "terbakar" jika terkena matahari langsung. Paranet meredam panas tersebut sehingga suhu di bawah naungan tetap stabil.
Melindungi dari Hujan Deras: Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan erosi tanah di pot atau kerusakan pada daun muda. Paranet memecah tetesan air hujan menjadi partikel yang lebih kecil dan halus.
Sirkulasi Udara yang Baik: Berbeda dengan plastik UV yang cenderung memerangkap panas, pori-pori pada paranet tetap memungkinkan udara mengalir secara horizontal, sehingga kelembapan tetap terjaga tanpa risiko jamur yang berlebih.
Menghalau Hama: Meskipun tidak serapat insect net, paranet dapat membantu menghalangi masuknya burung atau serangga besar yang berpotensi merusak tanaman.
2. Memahami Persentase Kerapatan (Shade Graph)
Kesalahan paling umum pemula adalah asal membeli paranet tanpa melihat persentasenya. Angka persentase (misalnya 50%, 65%, 75%) menunjukkan berapa banyak cahaya matahari yang dihambat.
Paranet 40-50%: Menghambat 40-50% cahaya. Cocok untuk tanaman yang masih membutuhkan cukup banyak sinar matahari, seperti tanaman sayuran (tomat, cabai) atau pembibitan awal kayu keras.
Paranet 65-70%: Jenis yang paling umum digunakan. Sangat ideal untuk tanaman hias seperti Aglonema, tanaman pangan seperti Porang, dan sebagian besar jenis tanaman indoor yang diletakkan di luar ruangan.
Paranet 75-90%: Sangat rapat. Biasanya digunakan untuk tanaman yang sangat sensitif terhadap cahaya seperti beberapa jenis Anggrek tertentu, atau digunakan sebagai pagar pembatas dan peneduh kolam ikan agar lumut tidak cepat tumbuh.
3. Tips Pemasangan Agar Awet
Agar investasi paranet Anda bertahan lama (bisa mencapai 3-5 tahun), perhatikan cara pemasangannya:
Gunakan Tiang Penyangga yang Kuat: Pastikan rangka (bisa dari bambu, kayu, atau baja ringan) cukup kokoh menahan beban air saat hujan deras.
Kemiringan: Pasang paranet dengan sedikit kemiringan (minimal 15-20 derajat) agar air hujan tidak mengendap di tengah jaring yang bisa menyebabkan robek.
Pengikat yang Tepat: Gunakan tali nilon atau cable tie pada setiap sisi agar beban terbagi rata dan jaring tidak mudah terlepas saat tertiup angin kencang.


Posting Komentar