Beternak puyuh kini bukan lagi sekadar hobi sampingan, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu peluang bisnis agribisnis yang sangat diperhitungkan. Ukuran tubuhnya yang mungil seringkali menipu, karena di balik itu, burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) menyimpan potensi ekonomi yang besar melalui produksi telur dan dagingnya. Bagi pemula yang memiliki lahan terbatas, ternak puyuh adalah solusi tepat karena tidak memerlukan area yang luas seperti ternak ayam atau bebek.
Baca Juga:
- Siput Bisa Tidur Hingga Tiga Tahun, Ini Penjelasan Ilmiahnya
- Jaring Paranet Kuat dan Awet, Perlindungan Tanaman dari Panas Berlebih
- Kulit Sapi untuk Tas, Bahan Premium yang Tahan Lama dan Bernilai Tinggi
Mengapa Memilih Ternak Puyuh?
Ada beberapa alasan kuat mengapa ternak puyuh menjadi primadona di kalangan peternak mandiri:
Siklus Produksi Cepat: Burung puyuh mulai bertelur pada usia 45 hari. Artinya, dalam waktu kurang dari dua bulan, Anda sudah bisa menikmati hasil panen.
Lahan Efisien: Kandang sistem baterai (bertingkat) memungkinkan Anda memelihara ribuan ekor puyuh hanya di ruangan berukuran 3x4 meter.
Permintaan Pasar Tinggi: Kesadaran masyarakat akan gizi membuat permintaan telur puyuh untuk bahan masakan (seperti bakso, sayur sop, atau jamu) selalu stabil bahkan cenderung meningkat.
Limbah Bernilai Ekonomis: Kotoran puyuh memiliki kandungan nitrogen yang tinggi, sehingga sangat laku dijual sebagai pupuk organik berkualitas.
Langkah Strategis Memulai Ternak Puyuh
Untuk mencapai keberhasilan, diperlukan manajemen pemeliharaan yang disiplin. Berikut adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan:
Persiapan Kandang: Lokasi kandang sebaiknya jauh dari kebisingan agar puyuh tidak stres. Pastikan sirkulasi udara baik dan suhu terjaga di kisaran 20°C - 25°C.
Pemilihan Bibit (DOQ): Pilihlah bibit puyuh atau Day Old Quail (DOQ) dari sumber yang terpercaya. Ciri bibit yang baik adalah lincah, tidak cacat fisik, dan memiliki berat badan yang seragam.
Pemberian Pakan: Pakan adalah biaya operasional terbesar (sekitar 70%). Berikan pakan dengan kandungan protein tinggi (sekitar 20-22%) agar produksi telur maksimal. Pemberian pakan dilakukan secara rutin dua kali sehari.
Kebersihan dan Sanitasi: Kebersihan kandang adalah kunci utama mencegah penyakit. Lakukan pembersihan kotoran setiap hari dan semprotkan disinfektan secara berkala.
Analisis Keuntungan dan Tantangan
Secara matematis, satu ekor puyuh betina mampu menghasilkan sekitar 250–300 butir telur per tahun. Jika Anda memelihara 1.000 ekor, bayangkan volume telur yang bisa dihasilkan setiap harinya. Harga telur puyuh di pasar relatif stabil dibandingkan telur ayam, yang memberikan kepastian arus kas bagi peternak.
Namun, tantangan utama dalam ternak puyuh adalah sensitivitas terhadap stres. Perubahan suhu yang ekstrem, suara gaduh yang tiba-tiba, atau telat memberi makan dapat menyebabkan produksi telur merosot tajam. Oleh karena itu, ketelatenan pemilik sangat diuji dalam bisnis ini.

.png)
Posting Komentar