Beginilah Cara Membuat Minyak dari Bunga Mawar!


Mawar (Rosa sp.) dapat ditanam di daerah beriklim dingin/ sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. Mawar tumbuh baik pada ketinggian 560—800 m dpl dengan suhu udara minimum 16—18o C dan maksimum 28—30o C; ketinggian 1.100 m dpl dengan suhu minimum 14—16o C dan maksimum 24—27o C dan ketinggian 1.400 m dpl dengan suhu minimum 13,7—15,6o C dan maksimum 19,5—22,6o C. Di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman mawar dapat tumbuh dan berbunga di dataran rendah sampai tinggi dengan ketinggian rata-rata 1.500 m dpl. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20—30%), subur, banyak bahan organik, serta memiliki aerasi dan drainase yang baik. Tanaman mawar tumbuh pada tanah latosol dan andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah cukup baik. Derajat keasaman tanah ideal yaitu 5,5—7,0.

Curah hujan untuk pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1.500—3.000 mm/tahun. Tanaman ini juga memerlukan sinar matahari 5—6 jam per hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh.

Bahan baku


Sebagai bahan baku minyak mawar adalah mahkota bunga (petal). Pilih bunga yang belum mekar penuh dan tidak terlalu muda. Bahan baku terbaik berasal dari bunga mawar dengan tingkat kemekaran 50—75%. Pemanenan bunga sebaiknya dilakukan pada malam hari untuk memerlambat proses penguapan yang dapat mematikan sel bunga.

Persiapan bahan baku


Mahkota bunga mawar selanjutnya dipisahkan dari tangkai dan kelopak bunganya. Letakkan mahkota bunga di wadah penampung yang bersih, bebas kotoran. Selanjutnya, mahkota bunga mawar siap untuk diekstrak.

Proses pembuatan minyak


Proses pembuatan minyak mawar hendaknya dilakukan pada malam itu juga, yaitu setelah proses pemanenan dan sortasi. Meskipun terlihat kurang efisien dan memakan tempat, metode terbaik untuk membuat minyak asiri bunga adalah metode ekstraksi dengan lemak dingin.

Mula-mula, siapkan lempeng kaca setebal 1—2 cm. Bersihkan lempeng kaca tersebut hingga terbebas dari debu dan kotoran lainnya. Selanjutnya, olesi permukaan kaca dengan lemak secara merata. Lemak ini berfungsi sebagai penyerap minyak asiri (adsorber) dan adsorber yang paling baik daya serapnya yaitu “shortening snow white”. 

Setelah permukaan kaca diolesi lemak, taburkan mahkota bunga mawar di atas lapisan lemak tersebut secara merata. Usahakan agar tidak ada petal yang menumpuk karena adsorbsi hanya terjadi pada mahkota bunga yang mengalami kontak langsung dengan lemak. Selanjutnya, masukkan lempeng kaca, lemak, dan mahkota bunga mawar ke dalam rak tertutup dan biarkan hingga sehari. Keesokan harinya, mahkota bunga lama dapat diganti dengan mahkota bunga baru. Saat penggantian, usahakan agar lemak yang terbawa pada mahkota bunga lama sedikit mungkin.


Lemak pembawa minyak asiri disebut pomade. Pomade yang dihasilkan kemudian dipisahkan dari kaca dan diletakkan dalam wadah pelarut. Wadah pelarut bisa menggunakan botol kaca yang tidak mengikat atau menyerap larutan. Selanjutnya, larutkan pomade dengan alkohol panas dan aduk hingga homogen.

Larutan homogen tersebut selanjutnya disimpan dalam lemari pendingin hingga beku. Setelah beku, peras dan saring bekuan larutan hingga diperoleh larutan minyak bening. Buang ampas atau lilinnya Langkah terakhir, evaporasi larutan jernih tersebut pada suhu rendah sehingga diperoleh absolute

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama