5 Tanaman Hias Paling Rewel dan Susah Dirawat, Jangan Coba-Coba!

Memiliki koleksi tanaman hias yang rimbun dan estetik adalah dambaan setiap pencinta tanaman (plant parents). Kegiatan menyiram, merapikan daun, dan melihat tunas baru tumbuh memberikan kepuasan tersendiri yang ampuh meredam stres. Namun, tidak semua tanaman diciptakan sama. Ada jenis-jenis tertentu yang memiliki karakter "spesial" dan sangat menuntut perhatian ekstra.

Baca Juga:

Bagi pemula, kehadiran tanaman-tanaman ini sering kali menjadi mimpi buruk. Alih-alih mempercantik ruangan, tanaman hias ini justru cepat layu, menguning, atau bahkan mati meski Anda merasa telah merawatnya dengan benar. Jika Anda tertantang untuk menguji kemampuan berkebun Anda, berikut adalah daftar lima tanaman hias yang paling rewel dan terkenal susah dirawat.

1. Fiddle Leaf Fig (Ketapang Biola)

Siapa yang tidak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan daunnya yang besar, berbentuk seperti biola, dan bertekstur? Fiddle Leaf Fig adalah primadona dekorasi interior. Namun, di balik kecantikannya, tersimpan karakter yang sangat temperamental.

Ketapang Biola sangat membenci perubahan lokasi. Memindahkannya beberapa meter saja bisa membuatnya stres dan menggugurkan daunnya secara dramatis. Ia juga sangat sensitif terhadap kelebihan atau kekurangan air. Terlalu basah, akarnya membusuk; terlalu kering, daunnya akan keriting dan rontok. Pencahayaannya harus terang tapi tidak langsung. Tanaman ini adalah definisi "drama queen" yang sesungguhnya.

2. Calathea (Tanaman Doa)

Calathea dikenal karena keindahan motif daunnya yang eksotis, sering kali dengan bagian bawah berwarna ungu kemerahan. Disebut "tanaman doa" karena daunnya bergerak menutup di malam hari dan membuka saat pagi. Sayangnya, keindahan ini sebanding dengan tingkat kesulitannya.

Calathea menuntut tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi. Jika udara di ruangan Anda kering (karena AC atau pemanas), ujung daunnya akan segera berubah menjadi cokelat dan renyah. Mereka juga sensitif terhadap bahan kimia dalam air keran, yang bisa menyebabkan daunnya terbakar. Calathea membutuhkan air suling atau air hujan dan penyiraman yang konsisten.

3. Maidenhair Fern (Pakis Suplir)

Suplir adalah jenis pakis klasik yang penampilannya sangat anggun dengan daun-daun kecil yang halus dan rapuh. Keanggunannya inilah yang membuatnya menjadi salah satu tanaman paling sulit untuk dijaga tetap hidup di dalam ruangan.

Musuh utama Pakis Suplir adalah kekeringan. Sedikit saja Anda terlambat menyiramnya, daun-daun halusnya akan langsung mengering, berubah warna menjadi cokelat, dan sulit untuk dipulihkan. Ia membutuhkan lingkungan yang lembap secara konstan, mirip dengan habitat aslinya di hutan hujan. Meletakkannya di dekat jendela yang terkena angin atau AC akan membunuhnya dengan cepat.

4. Alocasia (Keladi)

Alocasia memiliki daun yang besar, berbentuk panah, dengan guratan tulang daun yang tegas dan dramatis. Tampilannya yang eksotis membuat banyak kolektor tergoda untuk memilikinya, meskipun perawatannya sangat menantang.

Alocasia sangat rentan terhadap serangan hama, terutama tungau laba-laba (spider mites) yang menyukai daun lebar mereka. Mereka juga bisa mengalami dormansi (menggugurkan semua daunnya) jika suhu terlalu dingin atau jika mereka stres karena perubahan lingkungan. Menemukan keseimbangan antara penyiraman, pencahayaan, dan kelembapan untuk Alocasia adalah seni tersendiri yang sering kali berujung pada kegagalan.

5. Gardenia (Kaca Piring)

Gardenia terkenal dengan bunganya yang berwarna putih bersih dan aromanya yang sangat harum. Namun, keharuman bunganya sebanding dengan bau "kegagalan" yang sering dialami perawatnya. Tanaman ini sering disebut sebagai salah satu tanaman hias indoor yang paling sulit untuk dibungakan kembali.

Gardenia membutuhkan kondisi lingkungan yang sangat spesifik: suhu sejuk di malam hari, suhu hangat di siang hari, sinar matahari langsung yang melimpah (tetapi tidak terlalu terik di siang hari), dan tanah yang selalu asam. Jika salah satu faktor ini tidak terpenuhi, kuncup bunga yang sudah terbentuk akan rontok sebelum mekar.

Kesimpulan

Merawat tanaman hias adalah proses belajar. Kegagalan adalah hal yang wajar, terutama saat berhadapan dengan tanaman-tanaman rewel di atas. Jika Anda seorang pemula, disarankan untuk memulai dengan tanaman yang lebih "tahan banting" seperti Snake Plant (Lidah Mertua) atau ZZ Plant untuk membangun kepercayaan diri Anda. Namun, jika Anda merasa memiliki waktu dan dedikasi tinggi, tidak ada salahnya mencoba menaklukkan salah satu dari "Raja dan Ratu Rewel" ini. Selamat berkebun!

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama