Ingin Tanaman Hoya yang Subur? Yuk Simak Cara Merawatnya!

Tanaman hias merambat tentu menjadi salah satu tanaman yang sangat banyak diminati oleh masyarakat belakangan ini. Bahkan salah satu dari jenis tanaman hias merambat yang juga sempat diburu pecinta tanaman yaitu hoya. Tanaman yang juga dikenal mempunyai nama lain tanaman lilin tersebut, mampu tumbuh merambat serta membelit, tingginya dapat mencapai hingga tiga meter. Penampilannya yang cukup menarik membuat tanaman hias yang satu ini menjadi sangatlah populer dan digemari.

Bunganya pun berbentuk pola saperti bintang, semi glossy, kemilaunya terlihat agak kabur dikarenakan tertutupi oleh bulu-bulu yang cukup halus. Hal ini yang terkadang mampu membuat hoya sering dikira sebagai bunga replika jikalau dilihat secara sepintas. Hoya sendiri termasuk kedalam tanaman iklim tropis, sehingga tidak heran jikalau tanaman ini sangat banyak ditemukan di negara Indonesia. Jenis dari tanaman ini juga sangatlah beragam.

Ada hoya cinnamomifolia purple, seluruh permukaan pada bunga mempunyai warna ungu yang sangat indah. Hoya verticillata dengan bagian tengah bunganya berwarna putih pucat dengan adanya kelopak tipis yang melengkung ke atas. Hoya parasitica pink, hoya cumingiana, dan masih banyak yang lainnya. Meski tanaman tersebut memerlukan sejumlah perawatan, secara umumnya hoya sangatlah mudah untuk dipelihara dan ini dapat menjadikannya pilihan yang amat bagus.

Nah, untuk sebagai tambahan referensi cara merawat tanaman hias hoya, berikut ini ulasannya seperti yang telah kami rangkum dari berbagai sumber, cara merawat tanaman hias hoya supaya cantik serta rimbun.

1. Media tanam

Hoya tentunya sangat sensitif akan kelebihan air. Jadi, hoya harus anda tanam di dalam pot yang mempunyai lubang drainase di bagian dasarnya. Karena jika anda diamkan terlalu lama di dalam genangan air dapat membuat akar hoya cepat membusuk serta membuat tanaman cepat mati. Jikalau pot yang anda pakai saat ini tak mempunyai lubang drainase, anda juga dapat menghindari pembusukan akar dengan cara melubanginya ataupun memindahkan tanaman hoya ke dalam pot baru yang dasarnya berlubang.

Nah, umumnya, media tanaman untuk tanaman hoya yaitu media yang porous dengan aerasi yang cukup baik serta tak mengikat air. Campuran pada tanah untuk anggrek, lumut yang gambut, serta tanah untuk sukulen serta kaktus ialah pilihan yang sangat bagus untuk menanam hoya karena air dapat mengalir dengan sangat cepat pada media tanam tersebut.

Baca Juga:

2. Pencahayaan tanaman

Pencahayaan menjadi bagian yang amat penting bagi pertumbuhan tanaman, termasuk juga pada tanaman hoya. Akan tetapi hoya sendiri ialah salah satu tanaman yang umumnya banyak hidup di dalam hutan, sehingga lebih baik mendapatkan pencahayaan sinar matahari yang secara tidak langsung. Karena jika langsung terpapar oleh sinar matahari, tanaman hoya bisa memutih dan juga mengering. Tanaman ini sangat cocok dijadikan sebagai tanaman indoor maupun diletakkan di dekat jendela anda.

3. Pemupukan tanaman

Pemupukan juga dapat anda lakukan dua kali dalam sebulan dengan pemupukan daun yang disemprotkan ke seluruh bagian daun serta batang-batang pada tanaman. Tidak perlu untuk terlalu sering, sebab hoya cenderung bisa cepat tumbuh, bahkan dapat menjalar hingga mencapai ketinggian 3 meter. Menjelang tumbuh ke fase dewasa, anda bisa untuk membantu pertumbuhannya dengan cara memberikan pupuk yang bernitrogen tinggi sebanyak 1 sampai 2 kali sebulan selama musim kemarau.

4. Penyiraman hoya

Tanaman hoya juga memerlukan penyiraman tanaman yang cukup. Tetapi, ketika anda ingin menyiraminya, baiknya sentuhlah dulu permukaan tanah. Jika dirasa tanah masih terasa lembab, tunggulah beberapa hari lagi. Jika telah kering, baru siramlah dengan sedikit air hingga tanah sudah terlihat lembab. Karena hoya sensitif terhadap air. Nah ketika musim kemarau, siramlah tanaman ini teratur seminggu sekali. Sedangkan ketika musim hujan, penyiraman dapat anda perpanjang menjadi 2 minggu sekali.

Butuh Paranet untuk tanaman anda, Gunakan paranet kami. Info harga cek Disini

 

5. Pemangkasan dan juga perbanyakan

Pemangkasan dapat anda lakukan setiap kali jika ada daun yang mati, kekuningan ataupun kecokelatan. Pangkaslah daun yang telah mati untuk lebih mempercantik tanaman. Selain dari pemangkasan anda juga dapat melakukan perbanyakan melalui stek batang. Karena, di sekitar area batang akan bisa muncul akar kecil-kecil yang dapat anda jadikan akar aktif pada saat ditanam di dalam media tanam. Saat akan mau memperbanyaknya, pangkaslah di bagian batang yang keluar akar anginnya. Anda juga dapat menggunakan media seperti air yang bersih ataupun media tanam porous.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama