Jumat, 28 Juli 2017

Cara Tepat Budidaya Jeruk Agar Hasil Melimpah


SYARAT TUMBUH JERUK

Iklim
  • Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga serta buah. untuk daerah yang intensitas serta kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
  • Tergantung pada spesiesnya, jeruk membutuhkan 5-6, 6-7 atau 9 (musim hujan). Musim hujan dibutuhkan guna perkembangan bunga serta buah agar tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanaman jeruk sangat membutuhkan air yang cukup terutama di musim kemarau.
  • Suhu optimal antara 25-30°C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38°C. Jeruk Keprok memerlukan suhu 20°C.
  • Semua tipe jeruk tidak meminati tempat yang terlindung dari sinar matahari.
  • Kelembaban optimal guna pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%.
Media Tanam
  • Tanah yang baik untuk budidaya jeruk ialah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 7- 27%, debu 25-50% serta pasir < 50%, cukup humus, tata air serta udara baik.
  • Tipe tanah latosol serta andosol amat cocok guna budidaya jeruk.
  • Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk ialah 5,5–6,5 dengan pH optimum 6.
  • Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm serta pada musim hujan 50 cm. 
  • Tanaman jeruk bisa tumbuh optimal pada daerah yang punya kemiringan lahan sekitar 30 derajat.
Pembibitan
Persyaratan Bibit
Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif  berupa penyambungan tunas pucuk. Bibit yang baik ialah yang terbebas penyakit, mirip dengan induknya, subur, berdiameter batang 2-3 cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak, akar tunggang berukuran sedang serta punya sertifikasi penangkaran bibit. Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif serta vegetatif.

*Baca Juga : Cara Jitu Budidaya Tanaman Mangga 

Teknik Penyemaian Bibit

a) Cara generatif
Biji didapat dari buah dengan teknik memeras buah yang sudah dipotong. Biji dikeringkan di area yang tidak terkena sinar matahari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Areal persemaian memiliki tanah yang subur. Tanah diolah sedalam 30-4- cm serta dibuat petakan persemaian berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1 m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m². Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm serta langsung disiram. Setelah tanam, persemaian diberi atap. Bibit dipindah tanam ke dalam polybag 15 x 35 cm sesudah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tanam dalam polybag ialah campuran pupuk kandang serta sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1).

b) Cara Vegetatif 
Metode yang lazim dilakukan ialah penyambungan tunas pucuk serta penempelan mata tempel. Untuk cara vegetatif perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat serta luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar serta nematoda. jenis batang bawah biasa digunakan oleh penangkar ialah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange serta Carizzo citrange.

Pengolahan Media Tanam Jeruk
Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. bila ditanam di bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Lahan yang akan ditamani bersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam untuk setiap jenis jeruk bisa dilihat pada data sebagai berikut:
  • Manis: jarak tanam 7 x 7 m
  • Keprok serta Siem: jarak tanam 5 x 5 m
  • Sitrun (Citroen): jarak tanam 6 x 7 m
  • Nipis: jarak tanam 4 x 4 m
  • Grape fruit: jarak tanam 8 x 8 m
Lubang tanam dibuat pada tanah yang belum diolah serta dibuat 2 minggu sebelum tanah. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah. Tanah berasal dari lapisan atas digabung dengan 20 kg pupuk kandang. sesudah ditanam,tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Bedengan berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah.

*Baca Juga : Cara Tepat Budidaya Rosella

Teknik Penanaman
  • Bibit jeruk bisa ditanam pada musim penghujan atau musim kemarau,sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan:
  • pemotongan daun serta cabang yang berlebihan.
  • Pengurangan akar.
  • Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.
  • Sesudah bibit ditaman, siram secukupnya serta diberi mulsa jerami, daun kelapa atau dedaunan yang bebas penyakit di sekitar bibit. 
Pemeliharaan Tanaman

Penyulaman
Penyulaman dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh atau yang mati.

Penyiangan
Lakukan penyiangan dengan membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jeruk.

Pembubunan
Pembubunan perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat akibat erosi air hujan.

Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon serta menghilangkan cabang yang sakit, kering serta tidak produktif/tidak diinginkan. Dari sekian banyak tunas-tunas awal yang tumbuh, biarkan 3-4 tunas saja pada jarak seragam yang nantinya akan membentuk tajuk pohon. Bekas luka/pangkasan ditutup dengan diberi fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit.

Penjarangan Buah jeruk
disaat pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan agar pohon mampu mendukung pertumbuhan,bobot buah serta kualitas buah terjaga. Buang buah yang berpenyakit, yang tidak terkena sinar matahari serta hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat serta sisakan hanya 2-3 buah.

PANEN JERUK
Buah jeruk dipanen disaat matang, biasanya berumur antara 7-9 bulan, tergantung jenis/varietasnya. Cara memanen buahnya yaitu dengan dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.

1 komentar:

  1. JANGAN LEWATKAN PROMO MENARIK DARI KAMI

    HUBUNGI KONTAK Kami
    BBM : D8E23B5C
    WHAT APPS : +85581569708
    LINE : togelpelangi
    WE CHAT : togelpelangi
    LIVE CHAT 24 JAM : WWW-ANGKAPELANGI-NET

    Ayo coba keberuntungan anda
    jutaan rupiah menunggu anda

    BalasHapus